Nak…… kamu belajar yang rajin yah…!!
Tanpa kau suruh dank kau pinta, Do’a
ibu di sini selalu mengalir deras untukmu nak…!!
Jaga kesehatanmu nak…!!
Begitu tutur Ibuku saat sebelum aku
beranjak dari tanah subur dan tentram tempat aku tumbuh besar dan dewasa menuju
kota yang katanya “metropolitan”, tak lain dan tak ada tujuan selain menuntut
ilmu.
Terima kasih UIN Jakarta…
Terima kasih Ushuluddin…
Terima kasih Aqidah Filsafat…
Kau telah mau menerima muka kusut,
jamuran dan kampungan ini di penjara
sucimu. ku tegapkan langkahku, ku luruskan niatku, ku kepalkan tanganku dan ku
taruh mimpiku di dahiku agar ku selalu teringat pada mimpiku itu kemanapun aku
melangkah.
Hai Ushuluddin…
Hai Aqidah Filsafat…
Aku merasa tercengang dan
bertanya-tanya seraya bertengadah ke langit. Mengapa saat aku masuk ke penjara
sucimu itu kau seakan meruntuhkan mimpi suciku dan nasehat ibuku.
Aku ingin menuntut ilmu, bukan
ingin menikmati program kerjamu yang menurutku tak ada gunanya itu.
Ada program
kerja yang katanya bernama “ta’ruf” di Jurusan Aqidah Filsafat yang diadakan
oleh BEM Jurusan Aqidah Filsafat dengan sumbangan 60 ribu. Mungkin aku masih
menerima akan hal itu dan itu berguna bagiku, karena aku butuh teman dan kenal
sesama mahasiswa baru di jurusanku
Tak lama kemudian, aku mendengar
informasi kembali ada program “ta’aruf” yang katanya diadakan oleh BEM Fakultas
Ushuluddin, dengan mengatakan “jalan-jalan ke pulau seribu”. Hatiku
mulai memberontak dan merasa resah akan informasi itu.
Kapan aku menuntut ilmu…??
Kapan aku menaati nasehat ibuku…??
Mau dibawa kemana impianku…??
Ke pulau seribu…??
Ini
suara benakku…
Sebagai
mahasiswa baru…
Tolong
dengarkan itu…
04
Oktober 2014, Di gubuk sederhanaku

Comments
Post a Comment