Skip to main content

هب لنا من ازواجنا



bismillahirrahmanirrahim....
19 April 2012 saat matahari udzur, seakan menjadi malam yang penuh dengan anugerah Allah bagiku,
yah... itulah awal rekonstruksiku setelah tumbang. Dengan wanita yang baik hati nan sholehah itu yang tak pernah lelah mengarungi kehidupan ini untuk menjaga komitmen kita berdua

memang ini adalah sesuatu yang tak pernah terdetik sedikitpun dalam benakku, akan tetapi semoga ini adalah jalan yang terbaik yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadaku dan kepadanya. aku merasa bak berjalan di atas skenario yang dituntun langsung oleh Tuhan, diarahkan langsung oleh-Nya

memang kata orang banyak mengatakan, dalam menjalani hubungan "biasa-biasa saja". tapi ternyata tidak bagiku, karena dalam proses yang biasa-biasa saja, maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja itu saja jawaban sederhanaku (faman ya'mal mitsqola dzarrotin khiron yarohu, wa man ya'mal mitsqola dzarrotin syarron yarohu)

ku termenung, ku berharap semoga ini adalah jalan terakhir bagiku dan tempat selamanya bagiku. kata ROBOH, TUMBANG, dan GUGUR dalam hal ini ku tak ingin memnjumpai lagi, Cukuplah di Sini dan cukuplah ini.


05, Mei, 2012

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kemana Aja? Begini Ceritanya

Sebab, rebahan saat week end adalah aktivitas yang amat mengenakkan. Bila disatukan dengan kemalasan, niscaya akan menjadi kekuatan yang tak terkalahkan. Ratusan, bahkan mungkin ribuan minggu sudah saya lewati. Tanpa sadar, ternyata saya sudah tidak  membersamai blog ini bertahun-tahun lamanya. Maafkan atas kekhilafan saya ini, Blog. Saya berjanji, setelah ini, saya akan senantiasa setia membersamaimu kembali. Akan aktif menulis, menemani dan mendandanimu kembali, agar terlihat mempesona dan banyak dikunjungi pembaca. Semoga. Sebenarnya, bukan tanpa alasan saya menerlantarkan blog ini. Setelah lulus kuliah, saya disibukkan dengan urusan pertahanan perut dan seisinya. Ya, bertahan di Ibu Kota dengan skill yang apa adanya, ditambah dengan jurusan saya saat kuliah yang banyak orang meragukan, bukanlah perkara mudah, Brader. Dibutuhkan kekuatan ekstra dan cucuran keringat lebih banyak dibanding fresh graduate-fresh graduate lainnya. Supaya ada asupan semangat untuk kembali aktif...

Dosen Dianiaya, Dekan Apatis

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Tafsir Hadis Semester IV kepada Dosen Ulumul Al-Qur’an pada Rabu 8 Mei 2013 yang lalu, perbuatannya telah melanggar kode etik mahasiswa yang telah ditetapkan oleh Rektorat. Jika mengacu pada kode etik mahasiswa, pihak yang melakukan kekerasan seharusnya diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Mahasiswa yang melakukan hal tersebut, seharusnya dikenakan sanksi sesuai dengan keputusan Rektorat Nomor : 07 A Tahun 2002, yang terdapat pada pasal 7 Bab IV (Tentang Pelaksanaan Tindakan Disiplin) dan   Bab V (Tentang Jenis Pelanggaran) pasal 9 huruf a, pasal 9 huruf b, pasal 9 huruf g, dan pasal 9 huruf m. Namun, kami atas nama “Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan” mengamati kasus tersebut tidak diselesaikan secara tuntas dan radikal, bahkan pihak Dekan tidak peduli atas kasus yang telah merambah sampai hampir satu bulan lebih. Padahal, seorang pemimpin seharusnya memiliki sifat cepat tanggap (peka/cekatan...