Skip to main content

Posts

QUO VADIS PERGERAKAN (movement) antara nepotisme atau tidak

berawal dari kegelisahanku saat aku duduk di bangku kuliah. berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun aku diterpa kegelisahan dan dilema kegiatan kemahasiswaan yaitu antara menjadi aktifis dan akademisi. ada yang bilang mahasiswa tanpa pergerakan bagaikan orang yang berjalan dalam kegelapan karena dia buta pengalaman (the experience is the best teacher). ada yang bilang juga orang aktifis mayoritas kuliahnya keteteran alias menjadi "mahasiswa injury time". dari situlah aku menjadi bingung dan selalu terkurung dalam kegelisahan dan dilema, aku bertanya kepada senior-senior tentang pergerakan itu bagaimana dan seperti apa. tanpa kusadari aku mulai mencoba masuk dalam dunia pergerakan, sedikit demi sedikit aku mulai tau menau bagaimana aktifitas para mahasiswa di dunia pergerakan, mulai dari belajar organisasi, mengadakan acara-acara seminar dan lain sebagainya. akupun juga ikut aksi demonstrasi turun ke jalan menentang dan memberontak pemerintah yang menurutku memarjinalkan kaum...

RISAUMU

Ga tau mesti mengawali dari bagian mana Terlalu awam bagiQ untuk memahami ini semua Terlalu berliku, bagai berjalan di lorong panjang nan gelap yang mustahil menemukan setitik cahayaL Penjelasan apa yang harus aku papar? jawaban apa yang harus ku beri disetiap tanya dan ragumu? Yang akupun tak pahami penjelasan dan jawabanQ sendiri. Bukan mau menumpuk dan membiarkan masalah2 kecil, tapi hanya......................Astagfirullah..............Belum mampu menjabarkan semua ini Sekalipun harus digambarkan melalui sketsa, entah siapa yg mampu menterjemahkan. Bahkan bukan juga aku (Yang ada hanya coretan tanpa arah, tak beraturan, tanpa tujuan, dan tak berbentuk Hampir Q bujuk perasaan utk sedikit berlogika “ Membiarkan waktu bergulir dan menjawab semua” “Tapi sepertinya tak pantas “, sisi lainQ menjawab Apa aku akan membiarkan seribu tanya, yang menumpuk dibenak mu? Apa aku harus tetap hangat dalam kebekuan ini? Jawab tidak pastinya Lalu apa? Ahhh..... entahlah yang ada ...

IDUL ADHA DAN AKSI RADIKALISME

Qissotun mujizatun “bertepatan pada tanggal 8 dzulhijjah Nabi ibrahim didatangi sebuah perintah atau pesan dari Allah melalui mimpi beliau yang isinya yaitu perintah untuk menyembelih anaknya sendiri Isma’il. Nabi ibrahim merasa bingung karena beliau sangat menyayangi anaknya (Isma’il), maka dari itu pada tanggal 8 dzulhijjah dinamakan hari renungan (yaum at-tarwiyah). karenanya Nabi ibrahim menceritakan tentang perintah Allah yang datang melalui mimpi beliau tersebut kepada isteri tercintanya sitti hajar. Siti hajar berkata “mungkin mimpimu itu hanya mainan belaka, akan tetapi kalau mimpi itu merupakan wahyu, maka wajiblah dituruti”. Pada malam selanjutnya mimpi itu menghampiri tidur nabi Ibrahim kembali, hingga beliau yakin bahwa mimipi itu benar-benar perintah Allah yang wajib dilaksanakan. Karena itu tanggal 9 dzulhijjah diberinama hari pengetahuan (yaum arafah). Mimpi demikian datang kembali pada tanggal 10 dzulhijjah, hingga membuat nabi Ibrahim benar-benar paham betul bahwa ...