Skip to main content

IDUL ADHA DAN AKSI RADIKALISME

Qissotun mujizatun “bertepatan pada tanggal 8 dzulhijjah Nabi ibrahim didatangi sebuah perintah atau pesan dari Allah melalui mimpi beliau yang isinya yaitu perintah untuk menyembelih anaknya sendiri Isma’il. Nabi ibrahim merasa bingung karena beliau sangat menyayangi anaknya (Isma’il), maka dari itu pada tanggal 8 dzulhijjah dinamakan hari renungan (yaum at-tarwiyah). karenanya Nabi ibrahim menceritakan tentang perintah Allah yang datang melalui mimpi beliau tersebut kepada isteri tercintanya sitti hajar. Siti hajar berkata “mungkin mimpimu itu hanya mainan belaka, akan tetapi kalau mimpi itu merupakan wahyu, maka wajiblah dituruti”. Pada malam selanjutnya mimpi itu menghampiri tidur nabi Ibrahim kembali, hingga beliau yakin bahwa mimipi itu benar-benar perintah Allah yang wajib dilaksanakan. Karena itu tanggal 9 dzulhijjah diberinama hari pengetahuan (yaum arafah). Mimpi demikian datang kembali pada tanggal 10 dzulhijjah, hingga membuat nabi Ibrahim benar-benar paham betul bahwa mimpi itu diperintahkan untuk menqurbanjkan anaknya. Karena tragedi inilah dinamakan hari qurban (yaum al-nahr). Karena ketaqwaan nabi Ibrahim kepada Allahm, maka beliau melaksanakan perintah-Nya yaitu menyembelih anaknya sendiri isma’il, akan tetapi yang terjadi Allah mengganti isma’il dengan seekor kambing saat nabi Ibrahim mau menyembelih anaknya, kemudian nabi Ibrahim menyembelih kambing tersebut. Kisah nabi Ibrahim ini diperingati oleh umat Islam yang dikenal dengan idhul adha. Kisah di atas dimana Allah mengganti Isma’il dengan kambing menunjukkan bahwa Allah melarang tindak anarkis sesama manusia. Dengan maraknya tindak kekerasan di Indonesia yang nota bene mayoritas agama Islam bahkan muslim terbesar di dunia, mulai dari perusakan tempat ibadah, kerusuhan, hingga pengeboman yang kian hari bagai kapas berterbangan di udara agaknya hari peristiwa itu perlu dijadikan kontemplasi religius agar umat muslim Indonesia tidak melakukan tindak anarkis antar umat manusia. Maka dari itu hari raya idhul adha ini jangan hanya dijadikan “perayaan ritual-ritualan” belaka, akan tetapi direnungi dan dihayati agar umat muslim indonesia khususnya tidak lagi melakukan aksi-aksi teror di mana-mana.

Comments

Popular posts from this blog

Dosen Dianiaya, Dekan Apatis

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Tafsir Hadis Semester IV kepada Dosen Ulumul Al-Qur’an pada Rabu 8 Mei 2013 yang lalu, perbuatannya telah melanggar kode etik mahasiswa yang telah ditetapkan oleh Rektorat. Jika mengacu pada kode etik mahasiswa, pihak yang melakukan kekerasan seharusnya diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Mahasiswa yang melakukan hal tersebut, seharusnya dikenakan sanksi sesuai dengan keputusan Rektorat Nomor : 07 A Tahun 2002, yang terdapat pada pasal 7 Bab IV (Tentang Pelaksanaan Tindakan Disiplin) dan   Bab V (Tentang Jenis Pelanggaran) pasal 9 huruf a, pasal 9 huruf b, pasal 9 huruf g, dan pasal 9 huruf m. Namun, kami atas nama “Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan” mengamati kasus tersebut tidak diselesaikan secara tuntas dan radikal, bahkan pihak Dekan tidak peduli atas kasus yang telah merambah sampai hampir satu bulan lebih. Padahal, seorang pemimpin seharusnya memiliki sifat cepat tanggap (peka/cekatan...

SEPOTONG SURGA DI “KAMPUNG PERGERAKAN”

            Nak….!! setelah lulus nanti kamu kuliahnya di STAIN Kediri aja yah, ibu dan bapak khawatir terjadi apa-apa kalau evi kuliahnya jauh-jauh Begitu tutur orang tua evi saat kedua orang tuanya mengirim Evi di Pondok Pesantren Darul Muttaqien, di penjara suci tempat Evi menuntut ilmu.             Evipun yang saat itu sudah kelas akhir di Pesantrennya merasa kebingungan setelah mendengar nasehat mulia dari orang tuanya tersebut, bak orang yang disuguhi jamu dan susu dan merasa kebinguangan yang manakah yang akan dia minum, sebab dia sudah mempunyai tekak kuat untuk melanjutkan studinya ke salah satu universitas favoritnya, dengan kegemarannya akan ilmu-ilmu agama yaitu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayaatullah Jakarta.             Hari demi haripun ia lewati dengan penuh semangat di Penjara suci, aga...