“Paling
semangat pertamanya doank”, begitu tutur mayoritas orang bila merasakan pemerintah
yang baru jadi, tapi ini seakan terbalik, bukan kesemangatan yang dirasakan di
awal menjabat, kepincangan demokrasi di ranah kampus, ntah bisa dibilang otoriter
di abad modern atau sence of belonging terhadap satu partai saja.
Ekstern boleh saja kita berekspresi
tanpa batas, tapi dengan segala hormat dan rasa ta’dzim katakan “no” bila sudah
masuk di ranah kampus.
Kepincangan demokrasi ini bisa kita
rasakan saat PEMIRA DEMA kampus kemaren, seakan angin lewat tanpa mengucap
salam dan tiba-tiba masuk angin dan kedinginan. Delegasi dari fakultas ushuluddin yang
mempunyai hak suara hanya milik dan ditunjuk oleh beliau saja tanpa ada
kordinasi kepada BEMJ terlebih dahulu. Padahal ini adalah langkah awal khususnya
untuk ushuluddin lebih baik kedepannya dan untuk UIN JKT pada umumnya.
Maka dari itu, mari bersama luruskan
niat, tetap melangkah, bismillah, dan insya Allah barokah….
“justice is our
priority”
Comments
Post a Comment