Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

Pesan Ibumu Untu-Q

Assalamualaykum Warohmatulahi Wabarokatuh …. “Wahai menantu-ku... ... Aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diri-ku sendiri dengan melihat putri-ku sebagai istri-mu, dan engkau sebagai menantu-ku. Bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkan-mu, berdiri bersama-ku tepat dihadapan-mu. “Wahai menantu-ku... Bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi Imam dunia akherat untuk putri-ku.? Bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke Syurga.? “Wahai menantu-ku... Bila ada kelemahan dari istri-mu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, Bukankah menjadi tugas-mu untuk mendidiknya sekarang.? Begitu yang seharusnya. “Wahai menantu-ku... Diajarkan kepada-mu oleh Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun d...

هب لنا من ازواجنا

bismillahirrahmanirrahim.... 19 April 2012 saat matahari udzur, seakan menjadi malam yang penuh dengan anugerah Allah bagiku, yah... itulah awal rekonstruksiku setelah tumbang. Dengan wanita yang baik hati nan sholehah itu yang tak pernah lelah mengarungi kehidupan ini untuk menjaga komitmen kita berdua memang ini adalah sesuatu yang tak pernah terdetik sedikitpun dalam benakku, akan tetapi semoga ini adalah jalan yang terbaik yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadaku dan kepadanya. aku merasa bak berjalan di atas skenario yang dituntun langsung oleh Tuhan, diarahkan langsung oleh-Nya memang kata orang banyak mengatakan, dalam menjalani hubungan "biasa-biasa saja". tapi ternyata tidak bagiku, karena dalam proses yang biasa-biasa saja, maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja itu saja jawaban sederhanaku (faman ya'mal mitsqola dzarrotin khiron yarohu, wa man ya'mal mitsqola dzarrotin syarron yarohu) ku termenung, ku berharap semoga ini adalah jalan terakhi...

DEMOKRATISASI KONSEP “REVOLUSI ISLAM” MENJADI “POST ISLAMISME” IRAN

Torehan tinta sejarah pada 11 Februari 1979 yang tak pernah terlupakan salah satunya adalah negara Iran, dengan revolusinya yang dikenal dengan “Revolusi Islam Iran”. Dalam revolusinya ada beberapa tokoh yang sangat berkontribusi dalam rekonstruksi republik Iran, sebut saja seperti Ayatullah Imam Khomaeni dan para dedengkotnya. Akan tetapi tak salah bila orang mengatakan “ada suka ada juga duka”, begitu juga yang dialami Republik Iran, mereka suka dengan islamisasi Republiknya, akan tetapi setelah beberapa hari kemudian founding father dan sang revolusioner mereka harus berpisah dengan mereka pada tahun kurang lebih 1989 karena harus kembali ke rahmat-Nya. Kala itu langit membendung republik Iran, bercucuran air mata membahasahi bumi mereka. Hari demi hari silih berganti, lahirlah actor-aktor dan cendekiawan baru Iran yang dengan optimisnya ingin merekonstruksi Republiknya, sebut saja antara lain seperti, Ali syari’ati, Ahmadi nejad, dan lain sebagainya D...