Assalamualaykum Warohmatulahi Wabarokatuh …. “Wahai menantu-ku... ... Aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diri-ku sendiri dengan melihat putri-ku sebagai istri-mu, dan engkau sebagai menantu-ku. Bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkan-mu, berdiri bersama-ku tepat dihadapan-mu. “Wahai menantu-ku... Bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi Imam dunia akherat untuk putri-ku.? Bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke Syurga.? “Wahai menantu-ku... Bila ada kelemahan dari istri-mu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, Bukankah menjadi tugas-mu untuk mendidiknya sekarang.? Begitu yang seharusnya. “Wahai menantu-ku... Diajarkan kepada-mu oleh Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun d...
Cerita apa aja yang penting nulis